internet content

Hello! thanks for visiting my blog... The language used in this web are mixed english and Indonesian, if you don't understand bahasa Indonesia, you probably like to read all english content here. Enjoy your life!

“bisnis portal??? hari gini mau bisnis portal… kemana aja loe waktu portal-portal pada ambruk??” Kira-kira begitulah tanggapan kebanyakan orang kalau kita ungkapkan niat untuk bisnis internet content. Komentar yang sangat wajar mengingat trauma banyak orang techie pada ‘first internet boom’ mengalami kegagalan sementara beberapa sempat mengenyam nikmatnya bubble up.

Trauma hebat kah? kayaknya engga juga yah… karena dalam waktu singkat binis internet mulai menemukan bentuknya dan mulai berani untuk segmented. Yang terakhir ini juga bukan sesuatu yang baru juga kan.. toh militer dan perusahaan besar selalu menjadi pelopor dalam pemanfaatan teknologi, dan semua yang mereka gunakan akhirnya kita punya juga untuk keperluan rumah tangga maupun personal. Anda punya kamera pengintai? Hari ini dijual system jutaan dollar ke multinational corp, dua tahun lagi system yang sama akan ditawarkan melalui halaman download gratis kepada seluruh pengguna internet asalkan rela banner nongkrong di aplikasi tersebut.

yahoo dan microsoft yakin bahwa setiap orang harus mempunyai email, sedangkan ICQ sejak debut pertamanya sudah mencanangkan bahwa setiap orang sebaiknya mempunyai UIN (universal identity number), mungkin itu caranya untuk meng-ktp kan orang sedunia… :p

Terus kenapa kok hari gini mau bikin portal lagi?

Kenapa engga??? banyak yang baru kok dari internet content business… salah satu contohnya ya friendster dan blog ini… :-)

Share it:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Digg
  • Facebook
  • TwitThis

One Response to “internet content”

  1. hexa Says:

    Portal, asal memiliki uniqueness dan distinguish dari yang lain, kayaknya gak pernah akan mati. Yang jadi tantangan justru menemukan keunikan tersebut…melalui inovasi-inovasi yang berkelanjutan dan model-model yang lebih baru & fresh bagi pengguna.
    Dan kalo bicara kebelakang mengacu kepada DotComCrash di Indonesia, banyak faktor yang mendukung kehancuran tersebut, salah satunya adalah kelangkaan infrastruktur pada masa itu yang belum dapat mendukung keberadaan layanan dan produk perusahaan-perusahaan DotCom.
    Jadi kalo dibilang pesimis dengan bisnis portal? Sama sekali tidak, tergantung dari penyajian dan kebutuhan serta permintaan dari user saat ini. Dimana permintaan dari user bisa di enforce melalui layanan dan produk yang unik dibanding pesaing. Sekali lagi, mencari yang unik itu mungkin yang sulit.

Leave a Reply