Home > si hijau > Jeritan Hati

Jeritan Hati

November 27th, 2006 pico Leave a comment Go to comments

Sejam yang lalu Ivan telepon untuk ngajak ngebut malem karena dia lagi suntuk… Karena gue ga bisa, maka kita jadi ngobrolin yang lain… Ivan ngingetin testimonial nya untukku yang isinya tentang rekorku dan hasrat untuk punya audi dengan mesin turbo… Setelah ngobrol ngalor ngidul sekitar ngebut, kita janjian untuk ngebut bareng pada hari Sabtu dan berakhirlah pembicaraan…

Begitu telepon ditutup… gue jadi merenung, berkhayal ngebut pake audi turbo itu…. betapa indahnya dunia bila dilihat dari mobil berakselerasi ok dan dari kecepatan di atas rata-rata… gue berkhayal dalam…
hingga akhirnya gue mendengar jeritan dari dalam hati yang sangat kuat… sangat kuat… betapa di hati yang paling dalam gue mendambakan punya audi turbo…

betapa siriknya gue terhadap orang-orang yang punya tapi menyia-nyiakannya dengan tidak mengajaknya ngebut… ohhhh…. orang-orang bego itu…
kapan audi turbo itu jadi milik??? Tuhan tolonglah kami…

Teman-teman…
mungkin kalian tidak mengerti betapa miskinnya gue…. hingga untuk membeli audi turbo saja tidak bisa… tapi gue berharap kalian dengan membaca blog ini, mengertilah… dan bersimpatilah pada gue… karena hanya kalianlah pembaca blog ini yang mengerti derita hati ini…
bila kalian adalah orang yang berkecukupan… sudilah kiranya kalian membantu kami untuk mencapai impian kami… mungkin dengan acara pengumpulan dana atau sumbangan langsung ke rekening kami… tentunya akan sangat kami hargai…

bai de wai… gue juga ga ngerti kenapa audi itu mesti dibikin semahal itu.. padahal harga jual secondnya begitu jatuh… mengapa sih? kenapa juga gue ga dikasih pinjem gitu barang setahun atau dua tahun untuk kebut-kebutan doang… ga dipake ke kantor dech… padahal di showroom juga nganggur kan… dan tentunya kalo gue ngebut kan orang jadi tau betapa amannya dan handalnya sebuah mobil audi… mengapa oh mengapa??

Share it:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Digg
  • Facebook
  • TwitThis
  • MySpace
Categories: si hijau Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.