Home > nothin but love, personal, si hijau > Ngebut di Jagorawi Sabtu Pagi

Ngebut di Jagorawi Sabtu Pagi

November 27th, 2006 pico Leave a comment Go to comments

thinkelel

Sabtu kemarin, akhirnya jadi ngebut juga bareng Ivan setelah absen 3 bulan lebih… Kali ini kita berangkat jam 05.15 dari depan starbucks TIS (Tebet), dan sampe tempat bubur Cipayung jam 05.45. Setelah bubur dan ngobrol sana-sini dikit kita turun jam 06.30, sampai rumah jam 07.05.

Perjalanan berangkat cukup bikin keder karena sudah lama ga ngebut.. kayaknya mesti balikin mindset ngebut yang sudah agak terplupakan, yaitu nginjek pedal gas sampai pol, steer handling yang lincah dan selalu siap nginjek rem sedalem mungkin…
Suasana yang masih gelap dan ramenya jalanan juga bikin tambah keder… apalagi Ivan ga nyalain lampu, jadi cukup membahayakan mobil yang disalipnya termasuk aku sendiri…

Rencana untuk nyetel Extreme buat ngiringin acara ngebut ini sampai terlupakan, hasilnya the Police yang ga jelas bawain lagu apa itu yang nemenin…
Rasanya ga ada yang mau nyoba njajal membalap kami… mungkin ada satu mercedes keluaran 90-an yang sedikit mencoba tapi sekali balap saja sudah ketinggalan jauh sekali…

Sampai di pintu tol Ciawi, Ivan telepon.. dia bilang kalo mesinku sudah sampai ke optimum performance nya lagi, karena aku seringkali “pulled away” dengan cepat… aku bilang kalo itu mungkin karena jalanan menanjak… dia menyetujuinya dan mengatakan betapa beratnya naik dari 180 ke 200 kmph.. di mana aku tidak pernah merasakan kesulitan itu meskipun jalanan menanjak.

Perjalanan pulang..
Kita mulai ngebut setelah sedikit pemanasan sebelum pintu tol Ciawi… dan ternyata pemanasan itu juga bikin panas satu ekor Honda dengan gaya full racing… entah itu Accord atau Civic, yang pasti keluaran di atas 2000…
Begitu lepas pintu tol, si Honda langsung full throttle, mendemonstrasikan kemampuan akselerasinya berikut dengan raungan knalpot racingnya… seolah-olah ngomong, “jangan belagu loe”.
Serta merta Ivan kasih kode untuk ngejar tu Honda ketika mobilnya pas disamping mobilku…
Kita kerjar itu Honda… ga butuh waktu lama, hanya beberapa detik saja kami sudah melewatinya… Aku ambil inisiatif untuk meninggalkannya jauh..
Semenit kami meninggalkan honda item itu, Ivan memperlambat… seolah menunggu honda item itu untuk menyusulnya lagi, untuk kemudian jadi mainan kita… tapi aku ga ngeliat itu sebagai sesuatu yang fun… jadi aku injak pedal gas terus dalam-dalam agar sampai pintu tol jakarta secepatnya…
Ada beberapa situasi di mana kepadatan jalan cukup tinggi sehingga kami harus menginjak rem, Ivan dan aku saling bergantian memimpin… namun si Honda tidak pernah keliatan lagi moncongnya… ketinggalan begitu jauh tu Honda kayaknya…
Mungkin si Honda punya mesin bagus… mungkin dia pake turbo… tapi mungkin juga dia ga bisa nyetir sebagus kami…

FYI.
bahu jalan adalah yang terbaik karena pengemudi di jalur normal cenderung lambat dan tidak ngasih jalan…
zig-zag untuk menghindari penggunaan bahu jalan terpaksa kami lakukan bila kepadatan sudah memenuhi seluruh jalur, dan utnuk itu kami siap menerima berbagai sumpah serapah bila ada pengemudi yang merasa dipotong jalannya.. tapi aku yakin, pada umumnya mereka hanya kaget dan tidak mengeluarkan sumpah serapah… kecuali masyaAllah dan sejenisnya…
kami tidak memotong jalur pengemudi lain karena kecepatan kami di atas mereka…
Bila ada polisi patroli, kamu cukup menghormatinya dengan tidak menggunakan bahu jalan… masalah kecepatan? ya… mungkin dia bisa mengejar kami… :p

ah sudahlah… hehehe…
adrenalin sudah berbicara… :-)

ps. say… maaf ya ga bilang-bilang… tapi sekarang kamu jadi tau dech…

Share it:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Digg
  • Facebook
  • TwitThis
  • MySpace
Categories: nothin but love, personal, si hijau Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.