Wawancara dengan Roch Basoeki M: Buku baru dan Lapindo
Hello! thanks for visiting my blog... The language used in this web are mixed english and Indonesian, if you don't understand bahasa Indonesia, you probably like to read all english content here. Enjoy your life!
Bertepatan dengan hari ulang tahunnya, saya mendapat kesempatan untuk mewawancarai Roch Basoeki M, seorang penulis, pengamat dan aktivis sosial, budaya, dan politik Indonesia. Pada wawancara singkat ini, beliau ditemani oleh editor dari buku yang sedang dikerjakannya, yaitu Jainul Dali Munthe, pendiri dan ketua The Institute of Public Service. Berikut video wawancara mengenai buku tentang permasalahan Lumpur Lapindo yang sedang ditulisnya.
Tidak terekam, cerita beliau mengenai permasalahan Lapindo dan perputaran uang adalah bagian yang sangat menarik yang tercetak pada bukunya. Buku yang belum berjudul tersebut dijanjikan akan mengungkap banyak hal yang tidak diketahui oleh masyarakat. Bukan karena disembunyikan oleh pihak-pihak tertentu, melainkan memang banyak hal tidak pernah muncul dalam bentuk pertanyaan.
Sebelum menulis buku ini, beliau bersama rekan-rekannya dalam Forum Komunikasi Perduli Bencana Negara (FKPBN) aktif dalam menggalang kepedulian masyarakat terhadap bencana negara di mana musibah Lumpur Lapindo ini adalah salah satunya. Berbagai kegiatan FKPBN yang dilaksanakan mungkin kecil artinya secara materiil bagi korban lumpur Lapindo, namun secara moril sangatlah tinggi. Pada peringatan hari Sumpah Pemuda tahun lalu, warga korban lumpur bersama-sama dengan FKPBN menyatakan perjuangan mereka adalah perjuangan bangsa Indonesia. Peringatan itu dihadiri antara lain oleh Rieke Dyah Pitaloka, Franz Magnis Suseno SJ, Slamet Rahardjo, dan beberapa tokoh lain yang perduli.
Hal istimewa yang terjadi pada peristiwa itu adalah warga korban Lumpur Lapindo menganugerahkan Lumpur Award kepada Franz Magnis Suseno yang sebelumnya menolak menerima penghargaan Achmad Bakrie Award.
Wawancara video ini adalah yang pertama kali saya lakukan dengan menggunakan kamera N70, dan skill yang pas-pasan jadi mohon dimaklumi keterbatasannya.






March 23rd, 2008 at 6:00 pm
bapaknya sendiri di tanyain macem-macem
hehehe