Archive

Archive for the ‘in Indonesia’ Category

the era of paramore by parawhore

August 21st, 2011 1 comment

Two days ago, Paramore live at Ancol, Jakarta (August 19, 2011) proved that they deserve today’s the “best rock band” title. The Parawhore (paramore’s fans) enthusiastic responses just confirmed it. Am I not being objective here? For once, I feel like no need to be objective for this matter and I have every right to dictate my truth in this blog.

See this video, witness how the Paramore and Parawhore made my point..

Look at that amazing crowd! After that Ancol show, I’ve just realized that Indonesian Parawhores heart paramore to their bones.. I hope Hayley can endure this era of Paramore longer..

my Indonesian Twitter friends

May 22nd, 2009 4 comments

Off those Twitter directories such wefollow.com and twellow.com, which they can perform query on (single) location, I built a directory of Indonesian Twitter friends myself. The main reason is to make it easy for me and friends to find Indonesian I (we) follow. Also it would be easier to look up without submitting different locations on those public directories. 

Not all of my Indonesian friends listed on the page. It’s not that I don’t want to but most caused by their locations aren’t generic for Indonesian, like living abroad or location that doesn’t exist in this planet. Mahadewa (lives in London) and Aulia (lives in his iPhone) are perfect example for this. To solve it, I will add them manually to the list. 

More about Indonesian (Jakartans) Tweeters, we use @jtug (a twitter bot) as a tool for broadcast within ourselves, a hub to any (Indonesian) strangers and many other contextual purposes. I also tweet at @jtug whenever I want use Indonesian language in my tweet. JTUG is an acronym for Jakarta Twitter User Group.

enjoy the list.

Wawancara dengan Roch Basoeki M: Buku baru dan Lapindo

March 16th, 2008 2 comments

Bertepatan dengan hari ulang tahunnya, saya mendapat kesempatan untuk mewawancarai Roch Basoeki M, seorang penulis, pengamat dan aktivis sosial, budaya, dan politik Indonesia. Pada wawancara singkat ini, beliau ditemani oleh editor dari buku yang sedang dikerjakannya, yaitu Jainul Dali Munthe, pendiri dan ketua The Institute of Public Service. Berikut video wawancara mengenai buku tentang permasalahan Lumpur Lapindo yang sedang ditulisnya.

 

Tidak terekam, cerita beliau mengenai permasalahan Lapindo dan perputaran uang adalah bagian yang sangat menarik yang tercetak pada bukunya. Buku yang belum berjudul tersebut dijanjikan akan mengungkap banyak hal yang tidak diketahui oleh masyarakat. Bukan karena disembunyikan oleh pihak-pihak tertentu, melainkan memang banyak hal tidak pernah muncul dalam bentuk pertanyaan. 

Sebelum menulis buku ini, beliau bersama rekan-rekannya dalam Forum Komunikasi Perduli Bencana Negara (FKPBN) aktif dalam menggalang kepedulian masyarakat terhadap bencana negara di mana musibah Lumpur Lapindo ini adalah salah satunya. Berbagai kegiatan FKPBN yang dilaksanakan mungkin kecil artinya secara materiil bagi korban lumpur Lapindo, namun secara moril sangatlah tinggi. Pada peringatan hari Sumpah Pemuda tahun lalu, warga korban lumpur bersama-sama dengan FKPBN menyatakan perjuangan mereka adalah perjuangan bangsa Indonesia. Peringatan itu dihadiri antara lain oleh Rieke Dyah Pitaloka, Franz Magnis Suseno SJ, Slamet Rahardjo, dan beberapa tokoh lain yang perduli.

Hal istimewa yang terjadi pada peristiwa itu adalah warga korban Lumpur Lapindo menganugerahkan Lumpur Award kepada Franz Magnis Suseno yang sebelumnya menolak menerima penghargaan Achmad Bakrie Award.

Wawancara video ini adalah yang pertama kali saya lakukan dengan menggunakan kamera N70, dan skill yang pas-pasan jadi mohon dimaklumi keterbatasannya. 

Indosat Matrix Bullshit!

March 4th, 2008 33 comments

No matrix saya diblokir kemarin.

Belum bayar? Sudah kok! Terus masalahnya kenapa? Masalahnya adalah no saya tetap nggak aktif. Lho kantinggal telepon customer service nya dan bisa diaktifkan kembali? Customer Service mana yang mesti ditelepon??

  • 222 (nomor customer service matrix): Untuk pelanggan Matrix VIP, silahkan hubungi 111
  • 111 (nomor customer service matrix VIP): Maaf untuk sementara anda tidak dapat menggunakan layanan kami.
  • +62-21-54388888 (nomor customer service melalui PSTN): ga ada manusiannya cuma mesin.
  • Feedback form: Tau dech yang ini kapan njawabnya…

Kemudian saya nyari si customer service melalui google, hasilnya website yang nyala cuma matrix-centro.com dan indosatim2.com. Di matrix-centro, saya ga bisa login padahal saya adalah member sejak mereka mulai. Apakah si matrix-centro menendang saya keluar?? Apa alasannya? Feedback form yang disediakan pun di bawah slash crm (/crm) <<– menurut saya mereka sama sekali tidak mengerti crm.

indosatim2 jelas bukan saluran yang tepat untuk complaint karena mereka adalah bagian Indosat yang jualan internet dan tv channel.

Frustasi dech… Perusahaan yang sebesar itu ternyata bener-bener nggak punya cara yang bagus untuk berhubungan dengan pelanggannya kecuali MEMERAS DUIT PELANGGAN dengan jualan pulsa, vas, dan lainnya yang ga penting. Pastinya mahal!! Pastinya saya sejak 1999 sudah ngeluarin duit seengga-engganya sudah 35 jutaan untuk matrix doang sejak 2001, belum untuk produk Indosat yang lainnya…

Mana kalo ketemu orang Indosat sombong-sombong lagi… DoH sebel luar biasa…

Jadi saya anjurkan buat para pengguna Indosat Matrix untuk meninggalkan matrix segera.. banyak operator lain yang lebih murah dan lebih handal… dan bisa customer service nya bisa dihubungi..

Ga ngerti dech apa ini semua ada hubungannya dengan bergabungnya IM3 dan Satelindo, atau penjualan Indosat oleh Taufik Kiemas dan Laksamana Sukardi kepada Group Temasek, atau akibat dari sanksi BRTI, atau direksi yang korupsi, atau mungkin juga mereka diperas oleh staf ahli meneg BUMN… ge ngerti saya… ga ngerti juga kalo salah satu dari yang sebutin di atas adalah fakta… well… whatever…

Referensi lain:

pyuhhhh…

Video Lumpur Lapindo Lagi

March 1st, 2008 No comments

Hi pembaca..

Secara saya memperhatikan di statistik blog ini bahwa terjadi minat yang tinggi terhadap video lumpur lapindo, maka saya rasa ada baiknya para peminat tersebut menemukan lagi lebih banyak mengenai video lapindo di blog saya ini.  Sebenernya alasan saya ngumpulin video ini adalah untuk mendukung kegiatan ayah saya dalam menggalang kesetiakawanan sosial.

Video Sidoarjo ini dibagi enam biar ga terlalu beratin bandwidth. Lokasi file nya juga di server NET di IIX, so mudah-mudahan yang pake dial-up pun juga bisa nonton dengan ga patah-patah. Kredit dan kepemilikan dapat dilihat dari video itu sendiri. File original mungkin bisa di dapet di youtube.com dengan keyword “Lumpur Sidoarjo”.

Semoga dengan liat video ini, terjadi pemahaman yang lebih baik mengenai situasi di lokasi bencana. Silakan menyaksikan….

satu

http://picoseno.com/wp-content/uploads/lapindo/lapindo-1.flv

Read more…

Categories: in Indonesia, lapindo, perspectives, video Tags:

Pencurian Bensin di Jalan Tol

March 1st, 2008 2 comments

Pada suatu hari, saya ngebut di Jalan Tol dalam kota, dari cengkarang mengarah untuk keluar di Kemayoran. Namun karena saya terlalu kenceng dan jalur sebelah kiri padat, ada polisi pula nongkrong di situ sepertinya dia tahu bahwa saya mungkin memotong beberapa mobil sekaligus untuk bisa keluar di Kemayoran.

Hari itu saya ga nekat. Jadi saya terus cari jalan keluar terdekat berikutnya. Jalan keluar yang terdekat adalah belok ke arah Tanjung Priok (yang ternyata ga deket juga pintu keluarnya). Pada saat ngantri mau belok ke arah Tanjung Priok,  pada saat itulah saya ngambil menjepret kejadian yang agak unik…

persiapan

Ada orang nongkrong di pinggir dan di tengah jalan… jalan tol…

pencolongan

Mereka beraksi! Nyolong bensin langsung dari tangkinya… Ketika supir dan keneknya lagi ngantri belokan juga.. ada satu orang juga yang ngajak ngomong si kenek…

Kira-kira mereka sekongkolan apa engga ya? 

Categories: from the past, in Indonesia, si hijau Tags:

CBN Lambat Banget

August 16th, 2007 10 comments

Saya pengguna CBN dengan ID 01-20321-5.

Tahun ini saya memutuskan untuk menggunakan CBN connection menggunakan jalur kabelvision. Untuk koneksi ke site?server yang berlokasi di Indonesia cukup ok.. tapi kalo koneksi ke server di luar Indonesia, terasa sangat menyedihkan.

 Saya membayar 605.000 rupiah per bulan (termasuk PPN) hanya untuk koneksi CBN nya saja (belum termasuk kabelvision). Saya pakai koneksi ini hanya bila saya berada di rumah (di atas jam 10 malem dan sebelum jam 10 pagi). Pengunaannya pun hanya untuk satu komputer yaitu komputer Powermac tercinta ini. Tapi koneksi yang ga di share ke mana-mana itu ternyata tetap saja mengecewakan. Sangat mengecewakan lebih tepatnya.  Yang saya bayar adalah termasuk paling mahal untuk koneksi personal di Indonesia.

Hari ini saya berusaha meng-upload folder yang totalnya berukuran 190 kb ke server indohype.com yang di host di amerika, setelah 2 jam dan 20 kali retry baru berhasil upload dengan rata-rata transfer rate nya 200 bytes/s. Padahal total yang saya harus upload sekitar 2 mb. Bayangkan berapa lama saya harus upload file sebesar itu dan berapa retry saya lakukan.

Padahal server  itu tidak punya masalah koneksi bisa dilihat dari gambar di bawah ini, di mana ping dilakukan oleh network-tools.com

.ping indohype

Saya ga tau kenapa masih ada koneksi yang luar biasa lambat di Jakarta dan oleh provider dengan nama besar seperti CBN. Padahal kabar-kabar bahwa koneksi-koneksi backbone nasional-internasional sudah dibuka oleh banyak pihak. Indosat dan telkom saja sudah GB, begitu juga XL yang buka koneksi langsung ke TM dengan kapasitas GB. Ditambah lagi Moratel yang buka saluran fiber optic ke Singapore lebih dari 100 stm. Masih ditambah lagi Telkom, Indosat dan TM yang ikutan konsorsium AAG.

Kemana aja si CBN ini??? Atau memang semua ISP kecepatannya se dodol ini??  Saya juga belum tahu pasti… tapi mungkin begini sajalah rekomendasi saya…

JANGAN PAKAI JASA CBN!! kecuali mereka sudah memperbaiki standar layanannya, bukan hanya untuk corporate saja tapi juga untuk personal.

Google.org dan Google Grant

August 14th, 2007 No comments

Kemarin saking isengnya, saya coba klik dan explore company profile nya google di About Google. Profile raksasa internet itu ternyata dibikin dengan sederhana saja, ga pake desain indah, ga pake flash animation dan lain-lain. Informasinya lumayan banyak, meskipun masih jauh banget dari lengkap mengingat begitu banyaknya layanan yang disediakan oleh google.

Dua hal menarik yang saya mau share adalah Google.org dan Google Grant. Dua dari raksasa ini merupakan kegiatan sosial Google untuk masyarakat dunia. Walaupun layanan-layanannya gratis seperti mesin pencarian (search engine) dan email (gmail), sepertinya Google belum merasa marem kalau belum menyentuh hal-hal yang menjadi isu dunia saat ini seperti pemanasan global, kemiskinan dan kesehatan.

Read more…

Land Clearing Investment Opportunity

July 29th, 2007 No comments

This post is about a very good investment opportunity that you might find it very fruitful.

One of top Indonesia businesses is Agribusiness. With million of acres land of forests and farms across the archipelago, Indonesia is one of the richest country in terms of natural resources. Beside natural gas and oil, palm plantation considered as one of fastest growing and healthy national industry. The industry also involved billions of investment from neighbor country, Malaysia (no.1 CPO world supplier). The fast-growing plantation also need better from supporting services such as Land Clearing, Seeding, etc. This featuring-tasty business was none of my interest nor competency at all, however the opportunity and fast ROI were got me and my brother involved.

My brother was way beyond me. He invested billions rupiah on Land Clearing Business since 2003 as a passive investor, now he is running his own Land Clearing company with 100% investment come from his pocket. Where am I in this story? He ask me to sit in his company as CFO and I also represent the only other investor which you will know how later in this post.

The company name is Berdikari Bangun Persada (BBP). It runs land clearing projects in East Kalimantan, near Samarinda. The projects are working on more than 20.000 acres, come from local and Malaysian company. Read more…