World on Fire – A Social Caring Clip from Sarah McLachlan

Using a multimedia as a presentation for social fund raising shall be alternative to communicate what is going on in healthy environment, not necessarily to exploit the misfortune. Even the right combination of song and movie clip could deliver such "sharing" mood to the audience. Please click continue to watch the clip…

(more…)

ibudananak.com + sweety

 Tiga minggu ke depan ibudananak.com akan ikut berpartisipasi dalam acara “Sweety Babies in Action”. Sebuah acara yang disponsori oleh sweety dan ibudananak.com berperan sebagai media partner.

Buat ibu-ibu yang mempunyai anak di bawah lima tahun dan tinggal di Jakarta, Bogor ataupun Depok, silakan datang untuk mengikuti beberapa kegiatan yang menarik buat ibu dan anaknya. Beberapa informasi dan talkshow berkaitan dengan kegiatan parenting tentunya diharapkan dapat membantu proses perkembangan anak.

Untuk waktu, tempat, dan acara detilnya bisa langsung kunjungi www.ibudananak.com.

IDA-Sweety Poster

ciao…

Foto dari Bokap (keluarga transmigran)

Kemarin adalah ulang tahun bokap… selain gini-gitu, bokap ternyata nyetakin besar photo lama waktu kita kecil di batumarta…
foto-foto yang lucu… dan bikin kita mengenang masa 20 taonan yg lalu… :)
Click di gambar untuk liat versi yg gede…

Batumarta-1

ini foto ga ngerti kapan bokap ngambilnya tapi keren dech liat petani bergaya gitu… asli tuh, bukan model… hehehe…

Batumarta-2

ini foto lucky sama si pity… kira-kira lucky umur 5 taon kalo ga salah…

Batumarta-3

ini foto kita berempat sama Pelo dan Pity… culun Yak…

Batumarta-6

ini bokap sama oom Totok lagi menggiring bebek-bebek untuk kembali ke kandangnya setelah bermain di danau bikinan sendiri di belakang rumah Unit VI, Batumarta

rasanya senang hari ini mengenang bahwa kita pernah hidup di daerah kering itu…
masih ada foto lain dari bokap… semuanya bisa diliat di http://www.flickr.com/photos/thinkelel/

Ngebut di Jagorawi Sabtu Pagi

thinkelel

Sabtu kemarin, akhirnya jadi ngebut juga bareng Ivan setelah absen 3 bulan lebih… Kali ini kita berangkat jam 05.15 dari depan starbucks TIS (Tebet), dan sampe tempat bubur Cipayung jam 05.45. Setelah bubur dan ngobrol sana-sini dikit kita turun jam 06.30, sampai rumah jam 07.05.

Perjalanan berangkat cukup bikin keder karena sudah lama ga ngebut.. kayaknya mesti balikin mindset ngebut yang sudah agak terplupakan, yaitu nginjek pedal gas sampai pol, steer handling yang lincah dan selalu siap nginjek rem sedalem mungkin…
Suasana yang masih gelap dan ramenya jalanan juga bikin tambah keder… apalagi Ivan ga nyalain lampu, jadi cukup membahayakan mobil yang disalipnya termasuk aku sendiri…

(more…)

Eleanor Roosevelt and Dreams

The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams… – Eleanor Roosevelt – Tadi malem akhirnya nonton juga film "Warm Spring" di HBO yang nyeritain Franklin D Roosevelt dan istrinya pada proses survive dari musibah polio yang menyebabkan kelumpuhan Franklin dan kemudian mempunyai semangat yang kuat untuk mencalonkan diri menjadi presiden Amrik…
Seperti penderita kelumpuhan lainnya, Franklin Roosevelt juga menderita depresi berat dalam proses penyembuhannya. Niat baiknya untuk mendirikan pusat rehabilitasi polio tidak mendapat dukungan dari kalangan bisnis maupun bank, sehingga menambah tekanan hidupnya.
Adalah Eleanor Roosevelt yang secara konsisten mendukung suaminya mencapai mimpi-mimpinya… kekerasan hatinya dalam memberikan dukungan terlihat ketika ia mengusulkan Franklin agar mendobrak masuk dan berbicara di depan konferensi dokter Ortopedi se-Amerika tanpa undangan resmi. Eleanor mendorong kursi roda Franklin dan mereka langsung berbicara lugas meminta perhatian para dokter tersebut atas riset pusat rehabilitasi polio.
Dalam film tersebut juga dilukiskan betapa kuatnya Eleanor memegang prinsip dan menghidupi dirinya serta suaminya dengan mimpi-mimpi.
Website Thinkelel mengutip kata-kata Eleanor mengenai mimpi tersebut. Setelah nonton Warm Spring, saya jadi berpikir… ga salah dech ngutip kata-kata itu dari seorang yang berjiwa besar….

Kartini dan Feminisme

RA Kartini“malulah aku terhadap keangkaraanku. Aku renungi dan pikirkan keadaanku sendiri, dan di luar sana begitu banyak derita dan kemelaratan melingkungi kami! Seketika itu juga seakan udara menggetar oleh ratap tangis, erang dan rintih orang-orang di sekelilingku. Dan lebih keras daripada erang dan rintih itu, mendesing dan menderu di kupingku: Kerja! Kerja! Kerja! Perjuangkan kebebasanmu! baru kemudian kalau kau telah bebaskan dirimu sendiri dengan kerja, dapatlah kau menolong yang lain-lain! Kerja! Kerja! Aku dengar itu begitu jelas, nampak tertulis di depan mataku”

(surat Kartini kepada Nyonya Abedanon, 8 April 1902; diambil dari buku “Panggil aku Kartini”, Pramoedya Ananta Toer, 1997; disampaikan dalam makalah Sri Palupi dalam seminar Perempuan Indonesia: Kiprah dan Tantangannya, 20 April 2006, IKA FISIP UNPAR)


***
Apa yang anda ketahui tentang Kartini, selain memperingati hari ulang tahunnya setiap tahun di sekolah dengan memakai pakaian tradisional atau dari judul buku kumpulan surat-suratnya “habis gelap terbitlah terang“?
Terus terang saya tidak begitu mengenalnya sampai saya lihat di tv sebuah liputan dokumenter mengenang RA Kartini.. Sedikit saja informasi yang saya bisa rekam dari acara itu, tapi sangat cukup untuk memahami betapa Kartini adalah seorang pejuang yang sangat gigih pada masanya. Seorang putri ningrat jawa yang menjadi selir penguasa daerah, yang sempat mencicipi sekolah di mana sesuatu yang tidak mungkin bagi kaumnya pada masa itu.
Memahami Kartini dan perjuangannya tidaklah mungkin tanpa memahami konteks budaya yang terjadi pada masa itu.
Kartini menolak dipanggil menggunakan gelar Raden Ajeng yang merupakan symbol feodalisme Jawa, yang tentunya mendapat tentangan berat dari keluarga maupun kaum ningrat. Pandangan Kartini sangat barat menurut Pramoedya Ananta Toer, yang mengaguminya terutama perjuangannya mendirikan sekolah di mana saat itu untuk bersekolah saja susah apalagi mendirikan sekolah yang lebih non diskriminatif.
Sebagai seorang istri (istri kedua) penguasa pada waktu itu, Kartini telah melaksanakan kompromi terhadap nilai-nilai budaya Jawa di mana dia hidup dan bernafas setiap harinya. Dijodohkan, dan menerima poligami. Terbayangkah oleh kita saat ini betapa dia menerima itu sebagai sebuah pengabdian? Terbayang oleh saya sebuah hati yang teraniaya. ?
Kutipan di atas menurutku sangat menggambarkan jiwa perjuangan Kartini, dan membuat kekaguman saya terhadapnya makin besar.

***
(more…)

Lintang

Liat anak kecil yang gayanya tiga juta ini….

25032006114

namanya, Jocey Muhammad Lintang Perkasa…
keponakan gue dari mas joncy… umurnya 2 tahun lewat dikit, badanya padet… gayanya 3 juta lah… btw. yang ngasih nama ‘lintang perkasa’, itu mbak mega… mungkin karena keluarga beliau selalu pake nama-nama yang berkaitan dengan kebesaran alam kayak guruh, guntur, taufan, mega…

gue jadi mikir, berarti nanti ada yg sial dapet nama bujur dunk? :p
anyway… Lintang is very cute, dan ngingetin gue sama kakak gue waktu kecil… gaya-gaya nya sama… yang pasti mata nya juga kena kutukan… oh ya… sampe sekarang Lintang masih bukan PDIP lho… :-)

defining heaven

Heaven…

have you define yourself a heaven, lately? I do…

"heaven is a state of being peace with myself thus others."

 

Since peace is condition required then you might be aware that there are states where peace does not present. What are those?

I like to include quotes about war and peace from two major scholars of its study. Both of them share a realistic view on war and peace.

first, Thomas Hobbes: "There is always war of every one against every one. Hereby its manifest, that during the time men live without a common power to keep them all in awe, they are in that condition which is called war, and such a war, is of every man against every man. For war, consisteth not in battle only, or the act of fighting; but in a tract of time wherein the will to contend by battle is sufficiently known: and therefore the notion of time, is to be considered in the nature of war; as it is in the nature of weather. For as the nature as foul wether, lieth not in shower or two of rain; but in an inclination thereto of many days together: so the nature of war consisteth not in actual fighting; but in the known disposition thereto, during all the time thereis no assurance to contrary. All other time is peace."

then, Johan Galtung: "What we intend only that the terms 'peace' and 'violence' be linked to each other such that 'peace' can be regarded as 'absence of violence'."

Now, you've learn that the term peace can not be solely defined without acknowledgement of the war term. You got the whole idea is about nature.

heavenStill, you wonder about how can we make peace with our self… This is my offer, a method to make peace with your self.

First, you have to find out your war component inside of you. That is your ego. You�ll notice that it always state a contra to somewhat we called 'peace of mind'. Most of the time, we choose to go with our ego and leave the other defeated, and then let the ego lead us to battle other person's ego.

Second, practice yourself not to win your ego and make the 'peace of mind' spread its words among those who battle.

After you lose your entire ego, then you'll find yourself in a very state of peace. That moment, I defined as heaven.

How about me? I definitely at war!

others readings:
heaven and hell
I'm hungry… can I eat you??
heaven inside

grey cell

pernah terpikir ga kalo di dalam kepala si pico ini sangat berantakan komponen dan proses nya…

ga ngomongin semuanya…

sedikit tentang blog nya dina di http://foolpeople.blogs.friendster.com/my_blog/
pertama liat blog nya dia masih dikit isinya, tapi pastinya menarik… hari ini, isinya banyak dan makin menarik…
plus! masih ada lagi di http://innocentwoman.blogspot.com/
yang di sini ada gambar apel yang menyeramkan, dan dina menuduh bahwa para pria suka sama tu apel… gue rasa yang baca pada mikir, "apa yah yang ada di kepalanya dina, waktu posting blog nya itu?"

emosi itu adanya di dada atau di kepala?
semalem ada film yang cukup ok di tv7… judulnya ‘before sunrise’
yang maen ethan hawke dan julie delpy, ceritanya tentang dua pelancong yang ketemu di kereta api terus langsung jatuh cinta seketika tapi cuma punya waktu semalem karena masing-masing harus kembali ke kampungnya pada esok harinya. Jadi mereka begadang deh menghabiskan malam itu. Mereka memanfaatkan malam itu dengan baik sekali..
Kok bisa yah orang jatuh cinta secepat itu, menikmatinya segera dan kemudian berusaha melupakannya lagi keesokan harinya… tanpa sexual intercourse, jadi jauhlah dari model one night stand… indah…

besok…
bapeda, jasamarga, coca-cola, bca, niaga
ibudananak.com; balbalan.com; contentsmagazine-indonesia.com (dotcom)
recruitment, office space,
listrik rumah belon dibayar…

Rabu  minggu lalu di bakoel koffie…
liat temen friendster yang iseng aja add nya (belum kenal) dan baru gue confirm beberapa hari setelahnya… dan ternyata bener pada waktu itu memang dia… lucu aja yaK…

ad maiorem dei gloriam

Awal

Lahir 5 Maret 1972 di satu kamar asrama prajurit, Kudjang, Batalyon 330 Dajeuhkolot (Bandung). Tanpa bantuan bidan atau dokter, hanya seorang mbok Rip. Lucunya sang ayah justru di Jakarta sedang menunggu kelahiran keponakannya, ternyata begitu pulang langsung mendapat selamat dari rekan-rekan Batalyon.

Umur 3 tahun sudah masuk tk di Semarang, tempat eyangnya berada dan seterusnya pindah-pindah dan lulus TK pada umur 6 tahun di Tarakanita, Barito. Gilee yee TK aja 3 tahun… hehehe…

jenjang sekolah berikutnya pun dilakukan berpindah-pindah dan bukannya tanpa hambatan. SMA di kolese Gonzaga 3 tahun bukan berarti SMA nya lancar 3 tahun tapi empat tahun tepatnya. kelas satunya dua kali, kelas 2 A1, sekali dan kemudian dianggap tidak naik di Gonzaga tapi bisa dianggap naik di sekolah lain, alias dianggap terlalu bego untuk lulus dari Gonzaga. Jadilah pico lulus dari SMA eruni Don Bosco, dengan peringkat 5. Lumayan juga sekolah di tempat lain dianggap agak lebih pinter. hehehe…

Kuliah??? sama aja… 7 tahun kuliah di Universitas Katolik Parahyangan baru lulus sedikit sebelum batas DO efektif. Cinta bangku sekolah banget yahh kayaknya… hehehe…

Kerja gimana? karena males jadi bawahan, jadilah dari pertama kerja selalu jadi bos di perush sendiri atau perush orang… sukses ga jadi bos?? biasa aja sih…. hehehe…

 

Â