Archive for the ‘nothin but love’ Category

World on Fire - A Social Caring Clip from Sarah McLachlan

Tuesday, June 26th, 2007

Hello! thanks for visiting my blog... The language used in this web are mixed english and Indonesian, if you don't understand bahasa Indonesia, you probably like to read all english content here. Enjoy your life!

Using a multimedia as a presentation for social fund raising shall be alternative to communicate what is going on in healthy environment, not necessarily to exploit the misfortune. Even the right combination of song and movie clip could deliver such "sharing" mood to the audience. Please click continue to watch the clip…

(more…)

Share it:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Digg
  • Facebook
  • TwitThis

ibudananak.com + sweety

Wednesday, May 30th, 2007

 Tiga minggu ke depan ibudananak.com akan ikut berpartisipasi dalam acara “Sweety Babies in Action”. Sebuah acara yang disponsori oleh sweety dan ibudananak.com berperan sebagai media partner.

Buat ibu-ibu yang mempunyai anak di bawah lima tahun dan tinggal di Jakarta, Bogor ataupun Depok, silakan datang untuk mengikuti beberapa kegiatan yang menarik buat ibu dan anaknya. Beberapa informasi dan talkshow berkaitan dengan kegiatan parenting tentunya diharapkan dapat membantu proses perkembangan anak.

Untuk waktu, tempat, dan acara detilnya bisa langsung kunjungi www.ibudananak.com.

IDA-Sweety Poster

ciao…

Share it:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Digg
  • Facebook
  • TwitThis

Foto dari Bokap (keluarga transmigran)

Sunday, March 18th, 2007

Kemarin adalah ulang tahun bokap… selain gini-gitu, bokap ternyata nyetakin besar photo lama waktu kita kecil di batumarta…
foto-foto yang lucu… dan bikin kita mengenang masa 20 taonan yg lalu… :)
Click di gambar untuk liat versi yg gede…

Batumarta-1

ini foto ga ngerti kapan bokap ngambilnya tapi keren dech liat petani bergaya gitu… asli tuh, bukan model… hehehe…

Batumarta-2

ini foto lucky sama si pity… kira-kira lucky umur 5 taon kalo ga salah…

Batumarta-3

ini foto kita berempat sama Pelo dan Pity… culun Yak…

Batumarta-6

ini bokap sama oom Totok lagi menggiring bebek-bebek untuk kembali ke kandangnya setelah bermain di danau bikinan sendiri di belakang rumah Unit VI, Batumarta

rasanya senang hari ini mengenang bahwa kita pernah hidup di daerah kering itu…
masih ada foto lain dari bokap… semuanya bisa diliat di http://www.flickr.com/photos/thinkelel/

Share it:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Digg
  • Facebook
  • TwitThis

Ngebut di Jagorawi Sabtu Pagi

Monday, November 27th, 2006

thinkelel

Sabtu kemarin, akhirnya jadi ngebut juga bareng Ivan setelah absen 3 bulan lebih… Kali ini kita berangkat jam 05.15 dari depan starbucks TIS (Tebet), dan sampe tempat bubur Cipayung jam 05.45. Setelah bubur dan ngobrol sana-sini dikit kita turun jam 06.30, sampai rumah jam 07.05.

Perjalanan berangkat cukup bikin keder karena sudah lama ga ngebut.. kayaknya mesti balikin mindset ngebut yang sudah agak terplupakan, yaitu nginjek pedal gas sampai pol, steer handling yang lincah dan selalu siap nginjek rem sedalem mungkin…
Suasana yang masih gelap dan ramenya jalanan juga bikin tambah keder… apalagi Ivan ga nyalain lampu, jadi cukup membahayakan mobil yang disalipnya termasuk aku sendiri…

(more…)

Share it:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Digg
  • Facebook
  • TwitThis

Eleanor Roosevelt and Dreams

Monday, October 16th, 2006
The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams… - Eleanor Roosevelt - Tadi malem akhirnya nonton juga film "Warm Spring" di HBO yang nyeritain Franklin D Roosevelt dan istrinya pada proses survive dari musibah polio yang menyebabkan kelumpuhan Franklin dan kemudian mempunyai semangat yang kuat untuk mencalonkan diri menjadi presiden Amrik…
Seperti penderita kelumpuhan lainnya, Franklin Roosevelt juga menderita depresi berat dalam proses penyembuhannya. Niat baiknya untuk mendirikan pusat rehabilitasi polio tidak mendapat dukungan dari kalangan bisnis maupun bank, sehingga menambah tekanan hidupnya.
Adalah Eleanor Roosevelt yang secara konsisten mendukung suaminya mencapai mimpi-mimpinya… kekerasan hatinya dalam memberikan dukungan terlihat ketika ia mengusulkan Franklin agar mendobrak masuk dan berbicara di depan konferensi dokter Ortopedi se-Amerika tanpa undangan resmi. Eleanor mendorong kursi roda Franklin dan mereka langsung berbicara lugas meminta perhatian para dokter tersebut atas riset pusat rehabilitasi polio.
Dalam film tersebut juga dilukiskan betapa kuatnya Eleanor memegang prinsip dan menghidupi dirinya serta suaminya dengan mimpi-mimpi.
Website Thinkelel mengutip kata-kata Eleanor mengenai mimpi tersebut. Setelah nonton Warm Spring, saya jadi berpikir… ga salah dech ngutip kata-kata itu dari seorang yang berjiwa besar….
Share it:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Digg
  • Facebook
  • TwitThis

weekend basi

Wednesday, May 3rd, 2006

Seseorang berjanji untuk jalan bareng pada malam minggu, tapi pada Jumat sore dia keluar dengan ide yang lebih menarik, “kita ke Bandung aja malam ini atau besok pagi, refreshing lah” katanya. Tapi ga lama kemudian dia update lagi rencananya, “kita jalan aja malem ini terus baru berangkat besok pagi”. Gue setuju…
Gue ke rumahnya. Setelah bengang bengong di rumahnya selama beberapa jam akhirnya kita berangkat juga jam 23.30. Mau kemana ya jam segitu kalo ga ke tempat yang emang bukanya malem sampe pagi… padahal kita juga bakal berangkat pagi… bego nya gue iyain aja…

(more…)

Share it:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Digg
  • Facebook
  • TwitThis

Kartini dan Feminisme

Thursday, April 20th, 2006

Kartini1

“malulah aku terhadap keangkaraanku. Aku renungi dan pikirkan keadaanku sendiri, dan di luar sana begitu banyak derita dan kemelaratan melingkungi kami! Seketika itu juga seakan udara menggetar oleh ratap tangis, erang dan rintih orang-orang di sekelilingku. Dan lebih keras daripada erang dan rintih itu, mendesing dan menderu di kupingku: Kerja! Kerja! Kerja! Perjuangkan kebebasanmu! baru kemudian kalau kau telah bebaskan dirimu sendiri dengan kerja, dapatlah kau menolong yang lain-lain! Kerja! Kerja! Aku dengar itu begitu jelas, nampak tertulis di depan mataku…”
(surat Kartini kepada Nyonya Abedanon, 8 April 1902; diambil dari buku “Panggil aku Kartini, Pramoedya Ananta Toer, 1997; disampaikan dalam makalah Sri Palupi dalam seminar Perempuan Indonesia: Kiprah dan Tantangannya, 20 April 2006, IKA FISIP UNPAR)
***
Apa yang anda ketahui tentang Kartini, selain memperingati hari ulang tahunnya setiap tahun di sekolah dengan memakai pakaian tradisional atau dari judul buku kumpulan surat-suratnya “habis gelap terbitlah terang”?
Terus terang saya tidak begitu mengenalnya sampai saya lihat di tv sebuah liputan dokumenter mengenang RA Kartini.. Sedikit saja informasi yang saya bisa rekam dari acara itu, tapi sangat cukup untuk memahami betapa Kartini adalah seorang pejuang yang sangat gigih pada masanya. Seorang putri ningrat jawa yang menjadi selir penguasa daerah, yang sempat mencicipi sekolah di mana sesuatu yang tidak mungkin bagi kaumnya pada masa itu.
Memahami Kartini dan perjuangannya tidaklah mungkin tanpa memahami konteks budaya yang terjadi pada masa itu.
Kartini menolak dipanggil menggunakan gelar Raden Ajeng yang merupakan symbol feodalisme Jawa, yang tentunya mendapat tentangan berat dari keluarga maupun kaum ningrat. Pandangan Kartini sangat barat menurut Pramoedya Ananta Toer, yang mengaguminya terutama perjuangannya mendirikan sekolah di mana saat itu untuk bersekolah saja susah apalagi mendirikan sekolah yang lebih non diskriminatif.
Sebagai seorang istri (istri kedua) penguasa pada waktu itu, Kartini telah melaksanakan kompromi terhadap nilai-nilai budaya Jawa di mana dia hidup dan bernafas setiap harinya. Dijodohkan, dan menerima poligami. Terbayangkah oleh kita saat ini betapa dia menerima itu sebagai sebuah pengabdian? Terbayang oleh saya sebuah hati yang teraniaya. ?
Kutipan di atas menurutku sangat menggambarkan jiwa perjuangan Kartini, dan membuat kekaguman saya terhadapnya makin besar.***
(more…)

Share it:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Digg
  • Facebook
  • TwitThis

Lintang

Monday, March 27th, 2006

Liat anak kecil yang gayanya tiga juta ini….

25032006114

namanya, Jocey Muhammad Lintang Perkasa…
keponakan gue dari mas joncy… umurnya 2 tahun lewat dikit, badanya padet… gayanya 3 juta lah… btw. yang ngasih nama ‘lintang perkasa’, itu mbak mega… mungkin karena keluarga beliau selalu pake nama-nama yang berkaitan dengan kebesaran alam kayak guruh, guntur, taufan, mega…

gue jadi mikir, berarti nanti ada yg sial dapet nama bujur dunk? :p
anyway… Lintang is very cute, dan ngingetin gue sama kakak gue waktu kecil… gaya-gaya nya sama… yang pasti mata nya juga kena kutukan… oh ya… sampe sekarang Lintang masih bukan PDIP lho… :-)

Share it:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Digg
  • Facebook
  • TwitThis

sad blurb

Wednesday, March 22nd, 2006

there was a day that I did silly things…

I captured whatever using my new cell phone camera… and below is one of them…. 21032006074 punggung supir bajaj yang sedang sibuk bersiap menghindari tabrakan dengan bajaj lainnya…

it ain't the cause of my sadness whatsoever… somebody mad at me, and she asked me to del all her pics that I have on my mac. I hope that she did not mean it when she did that… and you know… so many hopes….

Share it:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Digg
  • Facebook
  • TwitThis

defining heaven

Tuesday, March 7th, 2006

Heaven…

have you define yourself a heaven, lately? I do…

"heaven is a state of being peace with myself thus others."

 

Since peace is condition required then you might be aware that there are states where peace does not present. What are those?

I like to include quotes about war and peace from two major scholars of its study. Both of them share a realistic view on war and peace.

first, Thomas Hobbes: "There is always war of every one against every one. Hereby its manifest, that during the time men live without a common power to keep them all in awe, they are in that condition which is called war, and such a war, is of every man against every man. For war, consisteth not in battle only, or the act of fighting; but in a tract of time wherein the will to contend by battle is sufficiently known: and therefore the notion of time, is to be considered in the nature of war; as it is in the nature of weather. For as the nature as foul wether, lieth not in shower or two of rain; but in an inclination thereto of many days together: so the nature of war consisteth not in actual fighting; but in the known disposition thereto, during all the time thereis no assurance to contrary. All other time is peace."

then, Johan Galtung: "What we intend only that the terms 'peace' and 'violence' be linked to each other such that 'peace' can be regarded as 'absence of violence'."

Now, you've learn that the term peace can not be solely defined without acknowledgement of the war term. You got the whole idea is about nature.

heavenStill, you wonder about how can we make peace with our self… This is my offer, a method to make peace with your self.

First, you have to find out your war component inside of you. That is your ego. You�ll notice that it always state a contra to somewhat we called 'peace of mind'. Most of the time, we choose to go with our ego and leave the other defeated, and then let the ego lead us to battle other person's ego.

Second, practice yourself not to win your ego and make the 'peace of mind' spread its words among those who battle.

After you lose your entire ego, then you'll find yourself in a very state of peace. That moment, I defined as heaven.

How about me? I definitely at war!

others readings:
heaven and hell
I'm hungry… can I eat you??
heaven inside
Share it:
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Digg
  • Facebook
  • TwitThis